Batam
Beranda » Jauh dari Kampung Halaman, Dekat di Hati: Festival Bonapasogit Bangkitkan Cinta Budaya Batak

Jauh dari Kampung Halaman, Dekat di Hati: Festival Bonapasogit Bangkitkan Cinta Budaya Batak

Para KSB IKABTU, IKABSU, TOBA NAHUMALIANG, HORAS BANGSO BATAK, PEJABAT, Pemuda Batak Bersatu, Bangso Batak Marsada, IPK, PP, Aliansi Batak Marsada dan FORUM PARSINABUNG
Para KSB IKABTU, IKABSU, TOBA NAHUMALIANG, HORAS BANGSO BATAK, PEJABAT, Pemuda Batak Bersatu, Bangso Batak Marsada, IPK, PP, Aliansi Batak Marsada dan FORUM PARSINABUNG

Suaralantang.co.id | BATAM — Jauh dari kampung halaman bukan berarti melupakan tanah kelahiran. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan Kota Batam, semangat menjaga warisan leluhur kembali menyatukan masyarakat Batak dan berbagai paguyuban asal Sumatera Utara dalam satu tekad: melestarikan adat, budaya, dan nilai-nilai persaudaraan di tanah perantauan.

Semangat kebersamaan tersebut terlihat dalam sosialisasi Festival Budaya Batak Bonapasogit 2026 yang digelar panitia bersama masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, dan paguyuban asal Sumatera Utara di Panbil Apartment Residence, Batam, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Panitia Festival Budaya Batak Bonapasogit 2026, Mangihut Aritonang, didampingi Koordinator Adat Parsinabung, Sudirman Situmeang, S.H.

Pertemuan ini bukan sekadar memperkenalkan agenda festival, tetapi juga menjadi momentum mempertemukan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap adat dan budaya Batak.

Ormas dan Paguyuban Sumatera Utara Bersatu Dukung Festival

Empat Terdakwa Kompak Bantah Saksi, Dugaan Kekerasan di Rusun Bhayangkara Polda Kepri Kian Terkuak

Sosialisasi tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai organisasi masyarakat, paguyuban, serta tokoh adat yang hadir.

Sejumlah organisasi dan paguyuban yang turut hadir antara lain IKABTU, IKABSU, Toba Nahumaliang, Horas Bangso Batak, PEJABAT, Pemuda Batak Bersatu (PBB), Bangso Batak Marsada, Ikatan Pemuda Karya (IPK), Pemuda Pancasila (PP), Aliansi Batak Marsada, serta Forum Parsinabung.

Kehadiran berbagai organisasi tersebut memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat asal Sumatera Utara dalam mendukung pelaksanaan Festival Budaya Batak Bonapasogit 2026 di Kota Batam.

Hampir seluruh paguyuban dan organisasi masyarakat asal Sumatera Utara yang terlibat dalam sosialisasi menyatakan dukungan serta kesiapan mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan budaya tersebut.

Dukungan itu menjadi modal penting bagi panitia untuk menghadirkan festival yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna persaudaraan dan pelestarian budaya.

Didukung CEO Panbil Group Johannes Kennedy Aritonang, Festival Budaya Batak Bersatu Siap Digelar

Perbedaan nama organisasi, latar belakang, dan komunitas tidak menjadi penghalang untuk berjalan bersama demi tujuan yang sama.

Sebab, ketika berbicara tentang tanah leluhur, adat, dan warisan budaya, persaudaraan menjadi jembatan yang mempertemukan semuanya.

Mangihut Aritonang Rangkul Seluruh Elemen Masyarakat

Ketua Panitia, Mangihut Aritonang, bersama Koordinator Adat Parsinabung, Sudirman Situmeang, terus membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat agar Festival Budaya Batak Bonapasogit 2026 menjadi kegiatan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Keterlibatan ormas dan paguyuban dipandang penting untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Batak kepada generasi muda yang lahir dan tumbuh besar di Batam.

Festival ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mempererat hubungan kekeluargaan, memperkenalkan adat istiadat, serta menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang diwariskan para leluhur.

Di tengah kehidupan masyarakat Batam yang majemuk, kegiatan budaya tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarkomunitas dan memperkaya keberagaman budaya daerah.

Sudirman Situmeang dan Peran Parsinabung Menjaga Martabat Adat

Kehadiran Koordinator Adat Parsinabung, Sudirman Situmeang, S.H., bersama Forum Parsinabung menjadi bagian penting dalam upaya menjaga nilai-nilai adat Batak.

Dalam kehidupan masyarakat Batak, parsinabung bukan sekadar orang yang berbicara dalam acara adat, melainkan sosok yang memahami tata krama, hubungan kekerabatan, dan filosofi kehidupan yang diwariskan turun-temurun.

Melalui bahasa adat, petuah, dan penyampaian pesan yang penuh makna, parsinabung turut menjaga kelangsungan nilai-nilai luhur masyarakat Batak.

Karena itu, keterlibatan Forum Parsinabung dalam festival tersebut diharapkan menjadi sarana memperkenalkan peran dan pengetahuan adat kepada generasi penerus.

Di tengah perkembangan zaman, kehadiran generasi muda yang memahami adat menjadi bagian penting untuk memastikan tradisi tidak kehilangan penerusnya.

Jangan Sampai Generasi Muda Kehilangan Akar Budaya

Bagi masyarakat Batak di perantauan, Bonapasogit memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kampung halaman.

Bonapasogit adalah tempat asal-usul keluarga, tanah tempat leluhur berpijak, sekaligus pengingat tentang identitas dan hubungan kekerabatan yang tidak boleh terputus oleh jarak.

Sebagian masyarakat Batak telah puluhan tahun menetap di Batam. Mereka membangun keluarga, bekerja, membuka usaha, hingga membesarkan anak-anak yang mungkin belum pernah menginjakkan kaki di tanah leluhurnya.

Di sinilah pelestarian budaya menjadi penting.

Anak-anak yang lahir dan besar di Batam diharapkan tidak hanya mengenal marga yang melekat pada namanya, tetapi juga memahami makna hubungan kekerabatan, bahasa daerah, tortor, gondang, serta nilai-nilai kehidupan dalam filosofi Dalihan Na Tolu.

Festival Budaya Batak Bonapasogit 2026 diharapkan menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengenal kekayaan budaya tersebut secara lebih dekat.

Sebab, kehilangan warisan budaya bukan semata kehilangan tarian atau bahasa, tetapi juga berisiko memudarkan pemahaman generasi penerus terhadap sejarah dan asal-usul keluarganya.

Dari Batam, Merawat Cinta untuk Tanah Leluhur

Dukungan berbagai ormas dan paguyuban asal Sumatera Utara memberikan harapan besar bagi suksesnya Festival Budaya Batak Bonapasogit 2026.

Kata Mangihut Arotonang, Kehadiran IKABTU, IKABSU, Toba Nahumaliang, Horas Bangso Batak, PEJABAT, PBB, Bangso Batak Marsada, IPK, PP, Aliansi Batak Marsada, dan Forum Parsinabung menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap budaya dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai organisasi.

” Kegiatan ini sekaligus membawa pesan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab tokoh adat ataupun panitia penyelenggara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,”ujar Mangihut

Ia juga mengatakan bahwa Festival Budaya Batak Bonapasogit diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap identitas budayanya.

Sebab, kata Dia, sejauh apa pun masyarakat Batak merantau, Bonapasogit akan selalu memiliki tempat tersendiri di hati.

“Tanah leluhur mungkin terpisah oleh laut dan jarak yang panjang, tetapi nilai-nilai adat, bahasa, persaudaraan, dan penghormatan kepada orangtua tetap dapat hidup di tengah keluarga Batak di Kota Batam,” ucapnya

Ia menambahkan, dari Batam, masyarakat Batak bersama berbagai ormas dan paguyuban asal Sumatera Utara membawa satu pesan: boleh jauh dari Bonapasogit, tetapi jangan pernah jauh dari akar budaya dan warisan leluhur.cetusnya (gus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement